in

Dedi “Dialog” Kursi Kosong, Sindir Kasus Najwa Shihab?

Viral Video Kang Dedi Bicara Dengan Kursi Kosong

Dedi Mulyadi, anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Panitia Keempat, tengah berbincang di kursi kosong dan menyebut video itu memang sengaja direkam dan diupload di media sosial agar cepat menyebar melalui akun Facebook Kang Dedi Mulyadi dan channel YouTube Kang Dedi Mulyadi sehingga akhirnya video itu kini menjadi viral.

kang dedi

Dalam “percakapan” dengan kursi kosong itu, Dedi mulai bicara dengan beberapa kalimat dialog: “Kemana kamu pergi? Aku menunggu lama sekali, tapi kamu tidak datang. Biarkan aku duduk disini sendiri, tidak yakin kapan kamu datang.”

“Aku sangat membutuhkanmu sekarang. Saya ingin kehadiran kamu sekarang. Saya ingin berbicara tentang banyak hal dengan kamu. Sepertinya kamu tidak peduli dengan saya dan Kamu meninggalkan saya di sini dengan perasaan tidak pasti”

Dedi mengatakan dalam video itu serta menyebut dialog semacam itu dalam lakon itu sebagai monolog. Ini adalah praktik umum di dunia seni. Dialog Imajiner, berbicara di tempat kosong. Ruang pidato Gratis yang orang lain bisa melakukannya, karena itu adalah bagian dari sistem kehidupan. Dimana seni adalah ruang di mana kita mengungkapkan seluruh hati kita, itu bisa membuat kita menangis, Tertawa dan dalam video tersebut mengatakan bahwa ini bisa juga membuat orang marah. Inilah seni.

Karenanya, Video tersebut telah mendapat 40.919 like, 2.606 komentar, dan 4.581 share di Facebook . Dikonfirmasi melalui telepon, Dedi membenarkan adanya “dialog” tersebut. Ia mengatakan bahwa “percakapan” dengan kursi kosong itu merupakan implikasi dari kasus Najwa Shihab.

Bela Najwa

najwa

Seperti yang kita semua tahu, Najwa Shihab di Mata Najwa tengah mewawancarai kursi kosong dan disiarkan oleh Narasi TV. Seperti diketahui Najwa Shihab seolah sedang mewawancarai Menteri Kesehatan tentang pandemi. Buntutnya,  Relawan Jokowi melaporkan Najwa ke Polda Metro Jaya karena melanggar “UU ITE”. Namun, Polda Metro Jaya menolak laporan tersebut dan menyarankan wartawan untuk melaporkan hal tersebut ke Dewan Pers. Belakangan, Dewan Pers menilai absensia, wawancara yang dilakukan Najwa tidak melanggar etika jurnalistik.

Dedi percaya bahwa aksi Najwa Shihab adalah hal biasa di teater. Tidak ada yang harus dianggap serius dan berkata : “Jangan buang waktu dan tenaga untuk melaporkan ini ke polisi atau Haruskah setiap orang yang berbicara sendirian dilaporkan dan Bahkan orang gila yang berbicara sendiri harus dilaporkan?” Tanya Dedi.

Dedi mengatakan bahwa video ini mengingatkan setiap orang untuk saling menghormati hak kebebasan berbicara. Video ini mengingatkan setiap orang, bahwa setiap individu memiliki ruang kebebasan berekspresi, harus saling menghormati. Dedi menganggap Najwa Shihab bukanlah reporter biasa dan Najwa dianggap berhasil mengekspresikannya sehingga menjadi sebuah karya.

Menurutnya, wawancara Najwa Shihab sangat menarik perhatian dan tajam, ada semangat serta kekuatan. Dedi mengatakan, umumnya mereka yang memiliki lidah dan mata tajam akan memiliki jantung yang stabil. Dedi berkata: “Dari dulu hingga sekarang, Najwa adalah orang yang spesial.”

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0