in

Kesal Fasilitas Kota Diusak, Risma Marah Pada Pendemo

Protes mengenai Undang-undang Cipta Kerja pun memuncak. Massa melakukan demo di berbagai daerah. Tujuan demo adalah untuk mendesak pemerintah untuk mencabut Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja. Demo yang seharusnya berjalan kondusif malah berakhir ricuh. Bahkan, pendemo yang tidak terkendali berani merusak fasilitas kota. Kejadian ini terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Surabaya. Tindakan anarkis pendemo ini lantas membuat Risma marah, Ia memarahi demonstran yang anarkis di depan umum.

Aksi Risma ini direkam dalam video dan tersebar di media sosial. Banyak masyarakat yang menyoroti kejadian ini. Dari nadanya, Bu Risma memang marah dan kecewa terhadap pendemo yang tega merusak fasilitas kota yang Ia bangun dengan susah payah.

Kejadian anarkis demonstran ini terjadi pada hari Kamis (8/10). Para demonstran memenuhi berbagai titik hingga sore hari. Kebanyakan dari mereka berkumpul di Gedung Negara Grahadi.

Penyebab Risma Marah Pada Pendemo

Aksi demo tidak berakhir dengan tertib. Para demostran mulai berani melakukan hal-hal anarkis, seperti merusak fasilitas kota dan mengotori jalan. Melihat aksi para demosntran, Risma langsung turun tangan untuk membereskan ulah pendemo. Ia mulai membersihkan jalan dan memarahi pendemo yang merusak fasilitas kota.

Dari video yang viral, Bu Risma sedang memarahi seorang demonstran yang merusak fasilitas publik. Pendemo berlutut dan menunduk menerima luapan amarah Bu Risma. Selain itu, tampak pula warga bekerumum sambil menonton bahkan merekam aksi Bu Risma.

“Aku bangun kota ini setengah mati, tahu! Sampai tanganku patah belain wargaku! Kenapa kamu hancurin. Tega sekali kamu.” amuk Risma dengan nada tinggi.

“Tega sekali kamu! Aku setengah mati bangun kota ini. Kamu pikir aku enak-enakan bangun kota ini? Tak belain wargaku, kamu rusak kayak gini!”

Pada kesempatan yang sama, Bu Risma juga menanyai pendemo mengenai alasannya berdemo seperti ini. Si pendemo menjawab kalau Ia merasa kebijakan yang DPR kurang tepat.

Risma pun kembali menggali pemahaman si pendemo mengenai draf RUU Cipta Kerja. “Coba kamu jelasin kalau kamu benar, isinya apa? Karena kamu sudah merusak kota ini, saya akan urus kamu. Kalau kamu benar saya mintakan bebaskan polisi,” desak Risma.

Mengengar ancaman itu, si pendemo pun meminta maaf dan membela diri. Ia mengatakan bahwa Ia tidak merusak fasilitas publik. “Sedikit pun nggak ngerusak, Bu.”

Akhirnya, Risma pun memunguti sampah botol air mineral yang ada sepanjang jalan. Ia mengaku bahwa ia tidak terima fasilitas publik yang Ia bangun rusak begitu saja.  Akhirnya, ia pun meminta polisi untuk membawa pendemo yang bertindak anarkis.

Saat massa bertindak semakin anarkis dengan merusak lampu penerangan jalan dan menjebol pagar Gedung Negara Grahadi, polisi pun turun tangan dengan membubarkan secara paksa aksi demontrasi penolakan UU Omnibus Law.

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0