in

Kisah Manis Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja

Kisah Manis Demo Mahasiwa

Kisah Manis Demo Mahasiswa

Rabu hingga Kamis (7-8 Oktober 2020), mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta berunjuk rasa di depan gedung DPR RI. Demonstrasi mahasiswa bertujuan untuk menolak “UU Cipta Kerja”. Undang-undang tersebut dianggap berdampak buruk bagi pekerja atau buruh. Para mahasiswa pun menyampaikan keinginannya di depan gedung DPR. Di balik unjuk rasa mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja secara komprehensif tersbut, ternyata ada Kisah Manis Demo Mahasiwa yang menyedot perhatian netizen.

Saat aksi demo mahasiswa tersebut merebak di media sosial Twitter, muncul beragam kisah-kisah manis. Ada kisah yang terjadi selama demonstrasi, beberapa mahasiswa memberikan bantuan kepada mahasiswa lainnya.

Meskipun mereka berasal dari universitas yang berbeda, namun mereka dapat membantu dan melindungi satu sama lain. Karena tidak saling kenal, para mahasiswa ini pun mengungkapkan rasa terima kasihnya melalui Twitter dan berharap mahasiswa yang ditunjuknya bisa membacanya.

Seperti baru-baru ini ada Kisah Manis Demo Mahasiwa, yang diambil dari akun Twitter @akuuketumbar, sedang ramai di media sosial. Gadis asal Semarang ini menemukan pria berhati bidadari saat mengikuti orasi di gedung DPRD Semarang kemarin, Rabu (7/10/2020), dan menceritakan kisah manisnya.

Kisah Manis Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja

Awal Kisah Manis ini

“Ceritaku demo tahun 2020, di gedung DPRD. Untuk kakaknya, sehat selalu. Aku nggak bisa melupakannya” tweet pemilik dari akun @akuuketumbar. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada sosok yang menyelamatkannya.

Dalam demo tersebut, perempuan tersebut nyaris diinjak karena aparat keamanan merobohkan pagar dari belakang.

“Ada yang sakit? Mau mundur dulu? Terima kasih atas perhatiannya, tangan saya dipegang erat-erat, agar tidak terjatuh” ujarnya, saat mengunggah foto yang diambil tampak tangan yang sedang berpegangan.

Ia melanjutkan lagi, alasannya mundur diri selama beraksi karena ia merasakan sakit perut saat siklus menstruasi. Ia juga menambahkan bahwa dirinya bukan mahasiswa, melainkan lulusan SMK dan belum melanjutkan studi.

“Ngomong-ngomong, saya bukan mahasiswa. Saya lulus SMK tahun 2019 dan tidak melanjutkan studi. Saya sebagai perempuan yang ingin mengutarakan pendapat.”

Pria tersebut juga membeli air mineral untuk menenangkan perutnya.

“Lalu aku memintanya untuk maju, dan dianya masih sangat memperhatikanku. Dari awal sampai akhir, tanganku tidak dilepas sama sekali.”

Tak berhenti sampai disitu, gadis itu diantar pulang oleh pria yang membantunya tadi. Keduanya saling menanyakan nomor telepon mereka, dan dia juga berharap mendapat kabar dari pria itu.

Wanita lulusan SMK 2019 ini melanjutkan, ia ingin mengucapkan terima kasih karena sudah merepotkan dirinya.

“Saya sudah menyimpan nomor HP nya, tapi dia belum ngechat. Saya berharap bisa ngobrol karena saya ingin mengucapkan terima kasih banyak, maaf merepotkan dia. Sampai saat ini saya belum tahu siapa nama nya,” ucapnya sambil menulis emoji sedih.

tweet

Pro dan Kontra Kisah Manis Demo Mahasiswa

Setelah sehari diunggah, postingan @akuuketumbar mendapat komentar pedas dari netizen. Berbagai pro dan kontra turut menghiasi thread tersebut. Beberapa netizen menyarankan agar siapa pun dengan kondisi fisik yang buruk sebaiknya tidak berpartisipasi, terutama jika konteksnya yang demo lagi sakit.

“Orang demo, berbagi aspirasi saja sudah menjadi beban, dan ini ditambah menyelamatkan perempuan lain malah jadi beban tambahan. Untuk kamu, cepat sembuh.”  Tulis salah satu Netizen.

Kisah Manis Demo Mahasiwa dari Postingan tersebut telah di-repost lebih dari 9,2 ribu kali dan dilike sebanyak 46,2 ribu kali oleh pengguna Twitter .

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0