in

Penyebab Mundurnya Ferdinand Hutahaean dari Demokrat

Siapa yang tak ingat Ferdinand Hutahaean. Sosok politisi yang paling lantang menyerang Jokowi ini tentu masih membekas di kepala masyarakat. Baru-baru ini media heboh memberitakan kabar pengunduran diri Ferdinand Hutahaean dari partai Demokrat. Kabar ini tentu membuat masyarakat Indonesia bertanya-tanya penyebab mundurnya politisi yang setia menunjung tinggi nilai-nilai partainya.

Ferdinand Hutahaean merupakan politisi asal Sumatera Utara yang lahir pada tanggal 18 September 1977. Pada pemilihan presiden tahun 2014, ia sempat menjadi bagian dari tim kemenangan Joko Widodo – Yusuf Kalla. Namun pada pilpres tahun 2019 kemarin, ia berpindah haluan menjadi tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai juru bicara yang lantang menentang lawannya, Joko Widodo. Sejak itu, ia sering mengkritisi kebijakan pemerintah.

Pada hari Minggu (11/10), Ferdinand Hutahaean menyatakan bahwa ia mundur dari Partai Demokrat. Ia juga menyampaikan beberapa alasan pengunduran dirinya.

Penyebab Mundurnya Ferdinand Hutahaean dari Partai Demokrat

“Bahwa benar saya hari ini Ferdinand Hutahaean sebagai Kepala Biro Energi dan Sumber Daya Mineral DPP Partai Demokrat periode 2020-2025 telah mengumumkan secara resmi pengunduran diri saya dari kepengurusan Partai Demokrat,” kata Ferdinand kepada jurnalis Kompas TV Frisca Clarissa.

Fedinand Hutahaean mengakui bahwa alasan pengunduran dirinya lantaran sudah berbeda pandangan dengan ketua partai, Agus Harimurti Yudoyono. Perbedaan prinsip menjadi alasan utama pengunduran dirinya, terutama terkait isu-isu nasional.

Selain perbedaan prinsip dan cara pandang, alasan lain pengunduran dirinya yaitu karena tidak sejalan dengan pengelolaan partai. Ia merasa tak nyaman lagi dengan pengelolaan partai yang dulu menaunginya.

Kedua alasan tersebut memuncak hingga munculnya isu Undang-undang Cipta Kerja. Isu UU Cipta Kerja menjadi alasan ketiga sekaligus yang meyakinkannya untuk mundur dari partai Demokrat.

“Terakhir kemarin cara pandang terhadap UU Ciptaker yang sangat mendasar bagi saya semakin menguatkan pilihan saya untuk mundur. Daripada jadi konflik di internal, lebih saya pergi dengan keyakinan prinsip politik saya bahwa kepentingan bangsa jauh di atas segalanya, termasuk di atas kepentingan politik kelompok. Maka saya bersikap untuk pergi dan mundur,” kata Ferdinand.

Meskipun keluar dari partai Demokrat, bukan berarti ini menjadi akhir dari karir politiknya. Ferdinand mengatakan bahwa ia akan tetap berpolitik meskipun tidak berada di partai manapun.

“Setelah mundur, saya tetap berpolitik meski belum masuk partai mana pun, karena berpolitik itu kan tak harus di partai politik. Dan sambil urus usaha yang selama ini saya kerjakan,” ujarnya.

Belakangan ini  Ferdinand juga sempat ditanyai apakah akan bergabung ke partai politik lainnya. Ia menjawab bahwa ia akan bergabung pada pada partai politik lainnya. Ia akan memilih partai politik yang secara konsisten memperjuangkan NKRI dan Pancasila. Meskipun demikian, ia belum menjelaskan secara spesifik partai mana yang akan ia pilih.

“Intinya saya tetap akan berpolitik, tapi untuk saat ini mungkin belum masuk partai manapun dalam waktu beberapa saat,” tegas Ferdinand..

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0