in

Pernah Lihat Plang Jalan ke Jepang? Ini Lokasinya

Viral Foto Plang Jalan Ke Jepang dan Kota Semarang

Unggahan foto yang menunjukkan rambu-rambu jalan ke Jepang dan Kota Semarang pun ramai di media sosial. Unggahan foto tersebut dibagikan oleh akun Twitter @sosmedkeras pada Rabu 10/10/2020 lalu.

Dalam foto tersebut, Anda bisa melihat rambu-rambu jalan di dua lokasi. Kalau ke Kota Semarang silakan ke arah kanan, kalau ke Jepang harus ke kiri. Akun Twitter tersebut menggambarkan lokasi rambu jalan yang dia tuju ke daerah tersebut.

Jepang

Dia menulis: ” Otw pindah ke Jepang, kamu kapan? ” Postingan ini telah dilike 7200 kali, dan diteruskan 600 kali.

Setelah dilacak, nama Jepang yang tertulis di papan nama jalan tersebut merupakan salah satu nama desa di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, yaitu di kecamatan Mejobo.

Untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, Mohammad Fitriyanto, Penanggung Jawab Jalan Mejobo, atau akrab disapa Aan mengkonfirmasi bahwa tulisan Jepang yang tertulis di papan nama jalan itu adalah benar nama sebuah desa di Kecamatan Mejobo .

Adapun rambu-rambu jalan yang populer di media sosial, kata Aan, terletak di Desa Roland Waitan Kecamatan Jati.

“Kalau papan nama di Jalan Roland Jati – Desa Wei Tan, dalam bahasa Jepang yang dimaksud adalah nama daerah desa Mejobo”

Aan menambahkan, terdapat tiga desa kecil di desa tersebut, dengan 12 RW dan 56 RT. Tiga desa kecil yang ia maksud adalah desa Pendem kecil, Pendem Wetan dan Pendem Kulon.

Asal Usul Kampung Jepang

viral kampung jepang

Sementara itu, terkait penamaan kampung yang berjuluk matahari terbit tersebut, dia mengaku belum menemukan asal usul sejarahnya.

Aan berkata: “Hanya berdasarkan informasi yang diberikan oleh kepala desa tersebut dan sesepuh masyarakat, kami dapat menjelaskan bahwa desa itu awalnya bernama Jepang pada masa penjajahan”

Saat itu, lanjutnya, murid kesayangan Sunan Kudus, Aryo Penangsang selalu berada di dekat desa yang kini bernama desa yang tengah viral ini. Kawasan Perkampungan ini dulunya adalah Selat Muria yang pernah menjadi persinggahan dari kediamannya di Cepu, Blora saat berkunjung ke Kudus.

“Nama Jepangnya adalah nama Aryo Penangsang dari Cepu yang merupakan daerah Jipang Panolang. Oleh karena itu sampai saat ini desa tersebut dikenal dengan nama kampung Jepang” kata Aan.

Dikatakannya, di satu sisi Kampung tersebut juga memiliki potensi wisata berupa masjid yang memiliki dekorasi khas zaman Wali Songo. Masjid ini menyelenggarakan karnaval budaya yang disebut Rabu Wekasan, yang diadakan setiap Rabu terakhir Syafar.

Selain itu, terkait isu Kampung Jepang yang viral, Aan berharap bisa menarik lebih banyak orang untuk belajar tentang Kampung Jepang.

“Dilihat dari segi sejarah, potensi wisata religi, potensi ekonomi dan kondisi geografis. Karena berada di Ring Road Utara maka dengan mudah masuk dalam perekonomian dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Aan.

 

 

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0