in

Petinggi KAMI Syahganda Nainggolan ditangkap Polisi

Pada hari Selasa dini hari, polisi menangkap pendiri hingga anggota dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). KAMI sendiri adalah suatu organisasi yang dibentuk pada tanggal 18 Agustus 2020 yang terdiri dari berbagai latar belakang. Perkumpulan ini dibentuk untuk mendeklarasikan berbagai tuntutan kepada pemerintah, mulai dari isu covid-19, isu ekonomi hingga ideologi.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa hingga saat ini ada delapan anggota KAMI yang telah ditangkap, 4 anggota dari Medan dan 4 orang dari Jakarta. Mereka adalah Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Kingkin.

Syahganda selaku pendiri KAMI ditangkap oleh petugas dari Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim, Mabes Polri. Ia disebut telah menyebarkan berita hoaks melalui akun twitternya dan membuat keonaran di tengah masyarakat.

Akibat dari ulahnya, Syahganda dikenakan pelanggaran terhadap Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sosok Syahganda Nainggolan pun menjadi ramai diperbincangkan. Banyak masyarakat yang penasaran dengan latar belakang Syahganda Nainggolan. Nah berikut ini akan kami bagikan artikel singkat mengenai profil Syahganda Nainggolan.

Profil Syahganda Nainggolan, Petinggi KAMI yang Ditangkap Polisi

Ditangkap polisi sepertinya bukan hal baru bagi Syahganda Nainggolan. Sebelum menjadi anggota KAMI, Syahganda adalah seorang aktivis yang cukup lantang menyuarakan pendapatnya. Saat masih berkuliah, ia juga merupakan salah satu aktivis era 80-an. Bahkan ia juga pernah demo hingga dipenjara selama 10 bulan lantaran melakukan pemukulan terhadap polisi dan mengancam dosen dengan golok.

Divonis penjara rupanya tidak membuat Syahganda jera menjadi seorang aktivis. Setelah bebas dari penjara, ia kembali menjadi aktivis dan bergabung dengan Persatuan Daulat Rakyat. Persatuan Daulat Rakyat merupakan salah satu ormas yang identik dengan Adi Sasono, kandidat presiden pesaing BJ Habibi.

Ia bergabung dengan ormas sebagai tanda dukungan kepada Adi Sasono untuk mencalonkan diri menjadi presiden jika Habibie ditolak MPR. Kemudian, ormas ini berkembang menjadi partai politik dan mengikuti Pemilu 1999. Syahganda pun ikut membangun partai Merdeka.

Pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Syahganda diberi posisi Komisaris Pelindo II. Namun pada tahun 2008, ia menjadi calon legislatif dari partai Golkar sehingga posisinya sebagai komisaris dicopot. Meskipun demikian, ia gagal menjadi calon legislatif.

Pada tahun 2010, Syahganda membentuk lembaga konsultan politik bernama Sabang Merauke Circle. Ia kembali membuat heboh dengan membuat media sosial dengan nama @TrioMacan2000 yang mempekerjakan junior-juniornya.

Masih bergerak di bidang politik, Syahganda terjun dan bergabung dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0