in

Terdakwa Jiwasraya Divonis Penjara Seumur Hidup

Harta Mereka Secara Sah Juga Disita Oleh Negara

Majelis hakim mengadili kasus mis-manajemen dan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Semua terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Hendrisman Rahim, mantan direktur utama PT Asuransi Jiwasraya Persero, divonis penjara seumur hidup. Karena mereka memperkaya dirinya sendiri dan Benny Tjokro, yang dihukum karena penggelapan uang 16,8 triliun rupiah.

Susanti Adi Wibawani, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Dalam persidangan, terlihat para terdakwa secara sah dan meyakinkan membuktikan bahwa mereka secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.” Jakarta, Senin (12/10/2020).

Susanti menambahkan: “Hukuman penjara seumur hidup bagi Hendrisman Rahim.”

Kemudian, Hary Prasetyo, Direktur PT Asuransi Jiwasraya juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Putusan Pengadilan

Terdakwa Jiwasraya Divonis Penjara Seumur Hidup

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHP,” Majelis hakim membacakan putusan pengadilan.

Kepada Hary Prasetyo sejalan dengan keputusan jaksa yang sebelumnya mensyaratkan hukuman penjara seumur hidup. Sebelumnya, jaksa juga menuntut denda Rp 1 miliar.

Selain Hendrisman dan Hary Prasetyo, hakim juga membacakan putusan Syahmirwan, mantan direktur investasi Jiwasraya, dan Joko Hartono Tirto, direktur PT Maxima Integra.

Mantan Kepala Departemen Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan itu divonis hukuman penjara jangka waktu tetap atas skandal korupsi Jiwasraya.

Majelis hakim pada Senin (12/10/2020) membacakan putusan. “Menyatakan terdakwa dihukum, Syahmirwan dan secara meyakinkan terbukti melakukan penggelapan, seperti dalam dakwaan awal.”

Hakim menyatakan Syahmirwan melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU 31/1999. Sebagaimana telah diubah dengan UU no 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHP.

Hukuman terhadap Syahmirwan lebih berat dari permintaan jaksa sebelumnya, yakni 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Putusan yang diterima Syahmirwan, sama dengan mantan direkturnya di Jiwasraya, yakni mantan direktur utama Hendrisman Rahim dan mantan direktur keuangan Hary Prasetyo. Oleh karena itu, ketiganya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Putusan Seumur Hidup Lainnya

Terdakwa Jiwasraya Divonis Penjara Seumur Hidup

Selain Syahmirwam, Hary Prasetyo, dan Hendrisman Rahim, hakim juga membacakan putusan terhadap Joko Hartono Tirto, Direktur PT Maxima Integra.

Hakim sebelumnya menyatakan bahwa terdakwa melakukan kegiatan yang terencana dan terorganisir dalam skala besar. Akibatnya merugikan nasabah Jiwasraya dan melanggar prinsip mendirikan negara bebas korupsi.

Sebagai rujukan, Kejaksaan Agung telah menetapkan Hendrisman Cs sebagai tergugat dalam kasus Jiwasraya. Kerugian negara akibat investasi Jiwasraya pada saham dan reksa dana diperkirakan mencapai Rp 16,8 Triliun, Menurut data dari Kantor Audit Agung.

Tak hanya itu, dalam kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung juga menunjuk pejabat Otoritas Jasa Keuangan dan 13 perusahaan pengelola investasi (MI) sebagai tersangka.

Akhirnya, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Joko Hartono Tirto, direktur PT Maxima Integra.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Memutuskan Joko terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan keuangan negara dalam kasus Jiwasraya.

“Dalam persidangan, terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagai dakwaan utamanya,” Putusan Ketua Hakim Rosmina pada Senin (12/10/2020) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta juga memerintahkan jaksa menyita barang milik tiga mantan pejabat PT Asuransi Jiwasraya tersebut. Aset yang disita negara tersebut terdiri dari aksesori hingga kendaraan milik mereka.

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0