in

Terpidana Kasus Munir, Pollycarpus Meninggal Akibat Corona

Masih ingat dengan nama Pollycarpus? Pria yang lahir di Surakarta ini merupakan mantan pilot Garuda Indonesia yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Munir, seorang aktivis HAM. Baru-baru ini pria dengan nama lengkap Pollycarpus Budihari Priyanto dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke-59 tahun. Ia meninggal pada tanggal 17 Oktober 2020 di Jakarta.

Pollycarpus Meninggal Akibat Virus Corona

Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengkonfirmasi kabar meninggalnya Pollycarpus, “Baru sajai saya konfirmasi ke teman dokter di RSPP, benar beliau telah mendahului kita. Innalillahi wainna ilaihi rajiun,” katanya pada hari Sabtu (17/10/2020).

Sebelum meninggal, Badaruddin juga sempat bertemu dengan Pollycarpus pada bulan Agustus lalu di Surabaya. Ia mengatakan bahwa sebelum jatuh sakit, Pollycarpus aktif melakukan kegiatan sosial seperti membagi-bagikan obat herbal corona.

Kemudian ia juga meminta doa untuk Pollycarpus, “Mohon doa semuanya semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan mohon maaf bila ada khilaf beliau. Beliau orang baik,” katanya.

Selain itu, mantan pengacara Pollycarpus yang bernama Wirawan Adnan mengatakan bahwa sebelum meninggal, Pollycarpus sedang berjuang melawan virus corona. Kemudian ia meninggal di RS Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

“Meninggal dunia jam 14.52 WIB, di RS Pertamina,” kata mantan pengacara Pollycarpus pada hari Sabtu. Ia mendapatkan informasi ini dari istri Pollycarpus, Yosepha Hera Iswandari. Ia juga mengatakan bahwa Pollycarpus meninggal pada hari ke-16 setelah terinveksi Covid-19.

Mendengar kabar meninggalnya Pollycarpus, ucapan duka cita disampaikan oleh Komite Aksi Solidarita Untuk Munir (KASUM). Sekretaris Jenderal KASUM Bivitri Susanti menyampaikan ucapan dukacita serta menyampaikan bahwa meninggalnya Pollycapus tidak akan menjadi kendala dalam pemecahan kasus Munir.

“KASUM mengucapkan turut berduka cita buat keluarga Pollycarpus. Sedangkan mengenai kasus Munir, konstruksi kasus sebenarnya sudah muncul di berbagai dokumen hukum mengenai semua perkara yang sudah pernah diadili,” ujar Bivitri Susanti kepada KompasTV.

Pollycarpus dimakamkan di TPU Pondok Rangon sesuai dengan protokol Covid-19.

Keterlibatan Pollycarpud Pada Kasus Pembunuhan Munir

Sebagai informasi tambahan, Pollycarpus ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan pada  19 Maret 2005. Ia melakukan pembunuhan dengan memasukkan racun arsenik ke dalam makanan korban saat berada di pesawat yang sama dengan korban pada 7 September 2004.

Polisi menduga bahwa ia bukanlah dalang utama pembunuhan, melainkan hanya kaki tangannya saja. Oleh karena perbuatannya, ia mendapatkan hukuman penjara selama 14 tahun.

Meskipun divonsi selama 14 tahun, Ia dinyatakan bebas bersyarat pada 28 November 2014 setelah menjalani masa hukuman penjara selama 8 tahun. Kemudian ia dinyatakan bebas murni pada 29 Agustus 2018.

Selain Pollycarpus, sosok yang kini menjadi Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi PR, juga diduga kuat ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. Ia juga divonis hukuman penjara dan berhasil bebas pada 31 Desember 2008.

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0