in

TikTok: “Bapak DPR Masih Ingat Saya?” Ini Kata MKD

Terkait Demo Tolak Ominbus Law

Banyak video di TikTok berisi cerita beberapa perempuan yang menyatakan protesnya kepada DPR terhadap UU Cipta Kerja. Ini adalah bentuk kemarahan masyarakat di TikTok. Lalu apa tanggapan perwakilan rakyat kita?

dpr viral

Setidaknya ada 6 video dengan narasi yang sama. Sebuah video dalam video tersebut memperlihatkan seorang wanita berbaju hijau sambil membawa beberapa tas. Di awal video, wanita itu menutupi wajahnya. Setelah beberapa detik, wanita itu berbalik, menunjukkan wajahnya ke kamera, tersenyum dan melambai.

“Untuk Pak Anggota DPR, inisial huruf pertama nama ‘w’ ingat saya?” Tulis di Video itu, sambil menunjukkan wajah penuh memelas dan ekspresi lidahnya menjulur. Wanita itu kemudian melihat tas yang dibawanya. Sepertinya ada tulisan tangan Dior di tas merah jambu itu.

“Bagaimana dengan tidur kamu? Nyenyakkah? Setelah melukai jutaan orang?” Uraian berikut disertai dengan banyak emoji. Kemudian terlihat apa yang wanita itu katakan. Deskripsi dalam video kemudian berubah.

“Maaf, saya disuruh bicara oleh seluruh rakyat Indonesia. Batalkan RUU OM atau semua akan saya publikasikan” bunyi pernyataan dalam video tersebut.

Tidak hanya itu saja, Ada video TikTok lainnya dimana ada wanita berkemeja merah. Informasi dalam video tersebut juga terkait dengan Tolak UU Cipta Kerja.

“Tolong tolak RUU Cipta Kerja, kamu tahu kan?” Hal yang sama berlaku untuk deskripsi video kedua ini.

Selain itu, masih dalam video yang sama, terlihat percakapan antara dua orang. Sayangnya, identitas mereka tidak dapat diungkapkan.

Tanggapan MKD 

anggota mkd

Andi Rio Padjalangi, Wakil Ketua MKD DPR menanggapi perilisan video tersebut. Andy Rio merekomendasikan wanita dalam video tersebut jika merasa dirugikan, segera lapor ke MKD .

“Itu saja. Apakah orang ini (perempuan) merasa dirugikan? Pertanyaan saya, apakah orang-orang ini merasa sakit hati? Kalau merasa dirugikan ya, lapor ke MKD” kata Andi Rio.

Andy Rio mengingatkan bahwa video tersebut mungkin mencemarkan nama baik. Panitia ketiga dari Fraksi Golkar itu juga mempertanyakan makna anggota DPR dalam video tersebut.

Andy Rio berkata: “Karena tidak ada bukti, maka namanya adalah memfitnah. Jika tidak ada bukti, itu berarti tidak ada.”

Ia menambahkan: “Bukan hanya menyudutkan, tapi bisa jadi mengolok-olok Anggota DPR yang ada. Anggota DPR banyak. Anggota DPR yang mana? Ada 570 Anggota DPR”.

Trimedya Panjaitan, Wakil Ketua MKD lainnya, juga memberikan keterangan. Trimedya mengingatkan, bagi yang membuat video tersebut, video tersebut juga bisa menjadi “bumerang”.

Trimedia menjelaskan: “Ya, ini yang saya katakan, bukan fitnah, bukan kampanye hitam. Ya. Karena selama difitnah, bisa nantinya akan jadi terlapor.”

Menurut Trimedya, konten yang disampaikan melalui video bukanlah fenomena baru. Panitia ketiga dari Fraksi PDIP mengatakan hal itu karena KPK telah mengusut dugaan pelecehan seksual anggota DPR .

Trimedia mengatakan: “Di masa lalu, masalah ini lebih serius saat ada anggota yang ikut karaoke, diskotik, dan lain-lain yang merugikan”.

 

Comments

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Loading…

0